10 Tren Pada Sosial Media

tren pada sosial media

  1. Vine

Perlahan tapi pasti Vine merangkak naik di dunia sosial medial. Saat Instagram memperkenalkan video, justru Vine sepertinya tidak akan menunggu lama. Sebaliknya, wittiness, meluncurkan sebuah fitur video berdurasi 6 detik yang dapat diputar secara berulang. Merek besar seperti Dunkin Donuts diketahui mulai memproduksi iklan video cepat yang menghibur dan menggunakan aplikasi ini. Berkat kerja keras dan kepandaian dari para Viners dan dukungan dari para penggunanya, aplikasi ini telah berubah menjadi sebuah tools sukses bagi pemasaran. Integrasi platform telah diperbaiki, sehingga Vines mudah berbagi di Twitter dan Tumblr. Lima tweet setiap detik menyertakan link Vine. Vine juga baru saja membuat video browsing yang tersedia untuk umum (bahkan bagi mereka yang tanpa memiliki akun).

  1. Gebrakan Teknologi

Penemuan seperti Google Glass, Oculus Rift, Samsung Smart Watch dan Nod Bluetooth Ring seperti produk hi-tech yang tidak berlangsung lama untuk dipasaran. Namun teknologi bergerak dengan kecepatan warp dan produk-produk ini menjadi nyata. Google mencoba untuk merasakan langsung dengan menaklukan penjualan Google Glass dalam kepada masyarakat umum, tampaknya inilah cara baru untuk diterapkan di sosial media. Maka efeknya tentu saja penjualan Google Glass habis dalam beberapa jam.

  1. Lokasi

Facebook telah bekerja keras untuk membuat layanan fitur lokasi. Foursquare berhasil untuk sementara waktu, menguntungkan pelanggan untuk check-in dan melihat tempat-tempat di mana teman-teman yang telah dikunjungi. Pendatang baru seperti Swarm telah memasuki persaingan pada fitur lokasi ini. Facebook baru-baru ini memperkenalkan aplikasi “Teman Terdekat”, dimana pengguna dapat memilih untuk berbagi lokasi mereka saat ini secara real time untuk teman-teman terdekatnya. Facebook kemudian dapat membangun sebuah database dari tempat yang dikunjungi dan tidak lagi membutuhkan panduan check-in.

  1. Video di Instagram

Hanya karena Vine menjadi popular tidak berarti InstaVideo tidak berhasil. Instagram melangkah lebih jauh dan video yang telah diedit di-upload, yang memungkinkan pemilik brand membuat iklan dan video pada halaman mereka. Ritel-ritel telah mengambil manfaat dari hal ini dengan menampilkan konten kreatif brand mereka yang bukan berupa iklan statis. Dengan masuknya Instagram ke dalam persaingan dengan raksasa sosial media dalam hal pemasaran, semakin banyak pilihan untuk berbagi konten.

  1. Hashtags

Hashtags tidak ke mana-mana. Dengan integrasi di Twitter, Instagram, Vine, Google+ dan sekarang Facebook, Hashtags menjadi cara untuk mengekspresikan dan mencari konten. Brand/Merk menciptakan tag yang catchy agar pengguna dapat menggunakan, menciptakan obrolam tentang produk mereka, hal ini tentu bukan menjadi pekerjaan marketing yang berat.

  1. Pencarian Sosial

Baik Facebook dan Google+ telah meningkatkan pentingnya penempatan pencarian sosial. Fitur Facebook “grid” sedang digulirkan ; memungkinkan pengguna melakukan pencarian dengan istilah yang sangat spesifik (misalnya kepentingan, film favorit dan lain-lain). Sementara Google+ menggunakan fitur +1 nya dan integrasi dengan pencarian Google menempatkan tulisan Google+ lebih tinggi dalam peringkat. Pengguna cenderung mengklik link yang disarankan oleh seseorang yang mereka kenal bukan oleh perusahaan tak dikenal. Mungkin akan membantu pada beberapa rekomendasi.

  1. Ads

Hampir semua platform media sosial kini telah terintegrasi dengan ads dalam berbagai bentuk. Sekarang iklan muncul di feed pengguna, membuat pengalaman click-through menjadi lebih organik. Bahkan situs populer seperti BuzzFeed telah mengintegrasikan iklan ke dalam halaman mereka. Ads harus lebih membaur seperti konten, sehingga pengguna akan tertarik untuk mengklik. Tumblr yang awalnya menolak, kini telah mulai menerima “post bersponsor”, yang pastinya akan lebih efektif dibandingkan untuk jenis layanan iklan yang terdahulu.

  1. Konten

Tulisan di sosial media mengenai brand/merk tertentu kurang terasa sebagai penjualan produk dan lebih terasa sebagai penjelasan soal brand/merek tersebut. Menjual tentang lifestyle menjadikan pembuatan konten lebih kreatif dan mudah ketimbang produk individu.

  1. Desain Mobile Yang Lebih Baik

Orang melihat platform sosial media telah mengalami perubahan drastis. Tentu saja pada tahun terkahir saat ini, waktu yang dihabiskan untuk online terbanyak adalah pada perangkat mobile. Rata-rata orang memeriksa telepon setidaknya 110 kali sehari. Angka itu meningkat dengan pengambilalihan ponsel pintar / smartphone di pasar ponsel.

  1. Kolaborasi

Bekerja sama dengan merek dan halaman lain terbukti berhasil untuk banyak merek di sosial media. Berkembang dari ide-ide konten life style, dukungan selebriti telah menjadi trik yang jitu untuk banyak merek/brand high-end. Kadang-kadang selebriti tidak dapat diprediksi, tetapi ketika dukungannya berhasil, mereka bisa sangat bermanfaat bagi sebuah merek.

Itu semua beberapa tren di sosial media yang bisa membantu untuk meningkatkan bisnis Anda melalui berbagai fitur dengan menggunakan sosial media.

facebooktwittergoogle_pluslinkedintumblrmailfacebooktwittergoogle_pluslinkedintumblrmail

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *