4 Tips Memaksimalkan Performance Konten Marketing

4 Tips Memaksimalkan Performance Konten Marketing

Banyak para SEO beralih ke konten marketing untuk menggantikan atau melengkapi, hal ini sebagai upaya untuk membangun backlink. Namun konsumen menganggap sebagian besar konten yang mereka buat berantakan, lalu bagaimana caranya agar konten Anda menonjol ? Kolumnis David Freeman memiliki beberapa saran untuk Anda.

Baclink selalu selalu menjadi fokus utama yang signifikan terutama untuk meningkatkan kinerja di pencarian organik. Selama bertahun-tahun banyak para SEO membangun backlink dengan berbagai cara apapun baik itu yang dilakukannya secara sah atau tidak.

Beberapa belakangan ini, market yang ada telah menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan algoritma yang signifikan dan telah mengambil pendekatan konten marketing untuk membangun backlink. Pada langkah ini telah menyebabkan banyak para SEO membuat konten dalam jumlah besar, tentu saja dengan tujuan murni untuk membangun backlink dan mendorong kinerja yang baik pada pencarian organik. Pendekatan seperti ini benar-benar hanya berfokus pada KPI nya saja namun mengabaikan implikasi kinerja bisnis yang lebih luas dan kebutuhan konsumen.

Berikut adalah 4 tips memaksimalkan performance konten marketing sebagaimana usaha untuk membangun backlink melalui konten marketing bisa berhasil:

  1. Tentukan strategi dan KPI

Anda tentu tahu bahwa perlu melibatkan target audiens dan strategi apapun itu perlu dijelaskan juga cara bagaimana untuk mencapainya. Misalnya, apa saja persayaratan konten informasi pada setiap tahapnya? Persayaratan otoritas/backlink untuk bisa membantu mendapatkan posisi teratas?

Untuk mengukur keberhasilan, dibutuhkan kerangka kerja yang jelas yang memisahkan strategi dan KPI bisnis. Contohnya:

  • KPI Kepemilikan: Volume link domain, otoritas domain, dan metrik engagement seperti time on page dan bounce rate
  • KPI Sosial: Share, like dan tweet
  • KPI Bisnis: Leads, download brosur dan konversi

  1. Memahami audiens dan tujuan konten

Untuk membuat sebuah konten yang beresonansi dan membangun koneksi dengan target audiens Anda, maka Anda harus melakukan seperti hal berikut:

  • Pahami audiens Anda melalui persona, idealnya ditambah dengan kecerdasan emosional.
  • Tentukan apakah tujuan konten adalah terlibat dengan audiens tetap atau menarik audiens baru.

Kemudian setelah Anda menentukan hal tersebut maka Anda bisa menerapkan pembelajaran dari riset brand yang menunjukan bahwa selain konten yang mendidik, menginformasikan, memberi inspirasi, membantu dan memberi penghargaan, 84% orang mengharapkan brand untuk menyediakan konten yang:

  • Menghibur
  • Bercerita
  • Memberikan solusi
  • Menciptakan pengalaman dan kejadian

Dengan strategi dan KPI yang sudah Anda ditetapkan, Anda harus membangun pemahaman yang mendalam tentang sasaran audiens dan gagasan yang jelas tentang jenis konten yang mereka inginkan. Ketika Anda sudah mendapatkan tentang hal ini, maka untuk proses ideasi bisa dimulai. Bentuk gagasan akan memberi tahu apakah konten dan campaign yang ada dapat direposisikan atau diperluas atau apakah konten baru lebih dibutuhkan.

Terlepas dari apakah konten baru dibuat atau konten yang ada dipulihkan, isinya harus luar biasa dan memberi nilai tambah untuk target audiens Anda. Pada pencapaian ini tentu saja akan memberikan titik manis penyampaian terhadap kedua bisnis dan KPI SEO Anda.

  1. Connect cross channel

Agar benar-benar bermanfaat bagi target audiens Anda, sangat penting untuk memanfaatkan hal-hal seperti dimana secara khusus mengidentifikasi siapa dan dimana audiens berada, kapan Anda harus berbicara dengan mereka, dan dengan pesan apa. Dengan seperti ini maka Anda memiliki kesempatan untuk mengganti konten Anda di seluruh spektrum OESP untuk meningkatkan maksimum engagement yang mungkin didapatkan.

Dengan pemikiran seperti ini, maka diperlukan pendekatan kolabiratif dimana konten tidak lagi beroperasi dalam satu paket konten tunggal. Anda bisa menggunakan Hero, Hub, dan Hygiene adalah dimana sebuah kerangka kerja yang sudah diterima secara luas dan memfasilitasi hal ini:

  • Hero: Konten berbasis campaign yang lebih besar yang menangkap audiens Anda melalui acara hiburan, cerita dan pengalaman
  • Hub: Konten dirancang untuk meningkatkan kepercayaan dan otoritas dengan menarik influencer dan audiens
  • Hygiene: Konten informatif yang dirancang untuk mendidik, menginformasikan, memberikan solusi dan sangat membantu

Ini memastikan bahwa campaign sepenuhnya terkonekasi dengan seluruh channel, dengan tujuan utama untuk menambahkan nilai bagi target audiens, dengan saluran KPI yang membentuk tujuan sekunder.

  1. Mengadopsi mentalitas ‘less is more’

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, konsumen percaya bahwa 60 persen konten yang diciptakan untuk sebuah brans adalah kekacauan. Untuk meningkatkan kinerja pencarian dan bisnis organik ke tingkat berikutnya, Anda perlu menerapkan pendekatan konsumen-sentris dan menciptakan konten yang jauh lebih sedikit, namun pastikan konten yang Anda buat lebih berdampak.

Pada akhirnya, Anda perlu memastikan bahwa semua yang Anda lakukan difokuskan untuk menyampaikan jenis konten yang diinginkan terget audiens Anda. Ini akan meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan. Jika konten Anda menyampaikan ini dan juga terlihat luar biasa, konten harus dijual sendiri sebagai bagian dari proses penjangkauan, memastikan bahwa Anda menekan KPI SEO Anda tanpa perlu membuat konten hanya untuk SEO.

facebooktwittergoogle_pluslinkedintumblrmailfacebooktwittergoogle_pluslinkedintumblrmail

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *