Home SEO Bagaimana Cara Terbaik Untuk Melacak Konversi Organik?

Bagaimana Cara Terbaik Untuk Melacak Konversi Organik?

259
0

Bagaimana Cara Terbaik Melacak Konversi Organik?
Pertanyaan tersebut terlihat sederhana namun memiliki banyak jawaban.

Dan seperti banyak pertanyaan seputar SEO lainnya, jawaban menyeluruhnya adalah – itu tergantung.

 

Mengukur konversi organik memang terlihat cukup mudah.

Sebagian besar SEO profesional menggunakan Google Analytics untuk melacak konversi.

Karena Google Analytics mudah diatur dan gratis.

 

Cukup letakkan beberapa kode di situs Anda, tetapkan beberapa tujuan, dan lihat laporan untuk kinerja trafik organik Anda.

 

Namun mengukur konversi organik jauh lebih kompleks.

Langkah pertama adalah memahami konversi di situs Anda.

 

Konversi adalah tindakan – atau serangkaian tindakan – yang Anda inginkan dari pengunjung saat mereka berada di situs Anda.

 

Berbagai Jenis Konversi

Konversi yang paling jelas adalah hal-hal seperti penjualan dan leads, tetapi bagi banyak orang, konversi dapat jauh melampaui tujuan akhir transaksi.

 

Misalnya, beberapa situs menginginkan pengguna untuk mengunjungi area tertentu pada situs mereka – atau ingin pengunjung tersebut menghabiskan lebih banyak waktu di bagian tertentu dari situs mereka.

 

Anda bahkan dapat melacak peristiwa yang terjadi pada halaman tertentu menggunakan Google Analytics.

 

Konversi ini dapat dilacak menggunakan event tracking Google Analytics.

 

Bergerak Melampaui Klik Terakhir

Kesalahan paling umum yang kita lihat dalam pelacakan konversi adalah ketika pemilik situs hanya melacak klik terakhir di jalur konversi.

 

Dalam banyak kasus, ini adalah sebuah kesalahan.

 

Penting untuk memahami seluruh perjalanan pelanggan, dan hanya melacak klik terakhir tidaklah cukup.

 

Suatu perusahaan menjalankan pencarian berbayar untuk Gateway Computers.

Upaya pencarian berbayar nya sangat berhasil.

Mereka begitu sukses sehingga tim marketing memutuskan untuk memotong semua anggaran televisi dan cetak dan memberikannya kepada tim pencarian berbayar.

 

Segalanya berjalan baik selama sekitar enam bulan.

Kemudian volume konversi yang terlihat menurun secara dramatis.

 

Apa yang ditemukan kemudian adalah bahwa klik terakhir – penjualan komputer – didorong oleh upaya pencarian berbayar kami.

 

Tetapi langkah-langkah yang diambil konsumen untuk mencapai klik terakhir itu didukung oleh campaign televisi dan cetak.

Setelah campaign ini dihapus, tidak ada yang mendorong konsumen ke saluran konversi yang dibuat.

 

Mereka pun mulai kehilangan penjualan dan kalah dari pesaingnya.

 

The Holy Grail: Atribusi Multi-Channel

Seharusnya pemasar akan dapat melihat setiap titik kontak yang dibuat konsumen sebelum membeli.

 

Di masa lalu, melacak beberapa titik kontak konsumen sulit dan membutuhkan alat yang mahal.

Namun Google Analytics saat ini memiliki alat untuk membantu melihat perjalanan pelanggan.

 

Ketika Anda masuk ke akun Google Analytics Anda, klik tab “Atribusi” di navigasi sebelah kiri.

Di tab ini, Anda dapat melihat cara melakukan apa yang disebut atribusi Multi-Channel.

 

Setelah Anda terbiasa dengan alat ini, ada ratusan cara untuk melacak perjalanan pelanggan.

 

Tetapi untuk memulai, Google telah memberikan “metode atribusi bawaan”.

Hanya dengan model atribusi yang telah ditentukan ini, ada ratusan cara untuk mengiris, memotong, dan menimbang tindakan mana yang mendapatkan kredit untuk konversi.

 

Cara terbaik untuk belajar tentang model atribusi adalah bermain-main dengannya. Anda dapat melakukan ini dengan berlatih di akun Demo Google Analytics.

Dengan berlatih di akun demo, Anda tidak perlu khawatir mengacaukan data Anda sendiri.

 

Selain apa yang telah dijabarkan sebelumnya, tentu saja masih banyak cara lain diluar sana untuk mengukur konversi organik.

 

Bagian terpenting dari apa yang telah dipelajari adalah kemauan Anda untuk mencoba.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here